Monday, February 1, 2010

History was made by those who break the rules

History was made by those who break the rules

Pernah kepikiran ga, apa yang akan terjadi klo misalkan Martin Luther ga berkoar2 soal equality, Davici ga pernah bilang klo bumi itu bulat? Atau yang terjadi dengan bangsa Indonesia kalo Soekarno-Hatta ga pernah ngelanggar peraturan pemerintah belanda? We can start to kiss good bye our freedom as a nation…

Seringkali, peraturan yang ada di buat bukan untuk membuat suatu perubahan, malah menimbulkan sebuah bencana baru dalam kehidupan setiap orang. Mungkin ada beberapa orang yang ingin melanggar, namun mereka memikirkan konsekuensi yang akan mereka terima kalau itu semua dilanggar. Kehilangan teman, pekerjaan, masa depan, yang berujung di benci. Ketakutan2 model begini yang bikin kebanyakan orang malah jadi orang yang biasa2 saja, padahal mereka punya potensi yang bisa mengubah keadaan sekitar. Tapi mereka memilih menjadi orang yang diubahkan oleh keadaan, dan menggerutu di belakang oleh karna ketidak mampuan mereka untuk melanggar peraturan itu.

“You either die a hero or live long enough to see yourself become the villain” kalo kata Harvey Dent di film Dark Knight, lama2 hidup di bawah peraturan yang menekan seperti ini pun akan berujung buruk dalam kehidupan kita.. Batman memilih melanggar peraturan untuk bisa menciptakan keadaan kota Gotham menjadi lebih baik, tapi beberapa orang berfikir itu adalah sebuah tindak kejahatan dan melanggar peraturan. Tanpa mereka sadari, hasil dari melangar peraturan Batman ini membuat mereka hidup dalam keadaan aman dan tentram.

Mengenai peraturan itu sendiri, gw cuma bisa balikin ke kalian masing2… mana yang menurut kalian baik dan mana yang tidak untuk di jalankan, klo kita tidak bisa mendapatkan keadaan yang kita mau, kenapa ga kita captain keadaan itu? Disaat orang2 bilang A bukan lah B, kenapa ga kita buktiin ke mereka klo kita bisa jadi orang pertama yang bilang A adalah B dan sebenarnya B lebih baik dari A..^^

Friday, January 22, 2010

Dream Killer

Dream Killler

Okay, apa yang ada dalam pikiran lo ketika lo liat judul ini? Mungkin lo akan langsung bertanya2, apaan sih yang mo gw omongin, or maybe lo uda tau trus mulai berfikir apa2 aja yang bisa jadi dream killer dalam kehidupan kita.. entah itu situasi sekitar kita, atau bahkan diri kita sendiri. Terinspirasi dari sebuah kisah lama yang terjadi sekitar 3000 tahun lalu, dan sebuah kisah modern tadi malam yang gw tonton. Akhirnya gw memutuskan untuk membuat blog dengan judul Dream Killer.

Let’s start, shall we?

Pada dasarnya manusia tercipta oleh karna visi, atau yang lebih keren dikenal dengan nama mimpi, dari sang pencipta, Dia menginginkan ada nya sosok ciptaan yang bisa menyayangi diriNya, dan menjadi sumber pelampiasan rasa cintaNya. Oleh karna mimpi itulah, kita bias ada disini saat ini. Untuk itulah mengapa kita selalu diajarkan untuk bermimpi/memiliki visi.

Mungkin kalian akan berfikir “mimpi? Buka mata lebar2, lo ga bisa terlalu banyak bermimpi.” Atau mungkin lo bakal bilang “stop dreaming, put your feet back to earth!” or even worst “dreams only for kids, klo lo uda dewasa ga ada lagi tuh yang namanya mimpi!”. Sadar ga sadar, kita uda menjadi seorang Dream Killer bagi orang laen. Disaat orang laen menceritakan mimpi/visi nya ke kita, dengan gampangnya kita membunuh mimpi itu. Ga bisa di salahin juga sih kalo pada akhirnya kalian menjadi seorang pembunuh mimpi, mungkin aja dulu di masa lalu, ada orang2 yang membunuh mimpi kalian duluan, disaat kalian bermimpi untuk menjadi sesuatu, para pembunuh mimpi ini datang dan seolah-olah menampar muka kalian dengan berkata “wake up, it’s not your time to dream! This is reality!” and tanpa kalian sadar, kalian meneruskan tongkat etafet dari si Dream Killer ini.

Gw mo ngajak kalian mengingat sebuah kisah klasik yang jadi inspirasi gw buat nulis blog ini, dia seorang anak muda yang memiliki mimpi, sama seperti lo and gw. Cuma bedanya dia ga seperti kita yang sudah mulai kehilangan mimpi/visi nya, dia juga ga menyerah dan membuang mimpinya oleh karna orang2 sekitarnya. Anak muda ini namanya Joseph, or well known as Joseph, the king of dreams. I know, pasti saat ini kalian bakal bilang “okay, gw tau cerita Yusuf… and gw uda pernah baca tuh tentang dia, now what?”. Let me refresh again your memory about him, Yusuf adalah seorang anak mudah yang penuh dengan mimpi. Dari kecil dia di berikan mimpi oleh Tuhan, bahwa suatu saat dia akan menjadi seorang pemimpin yang akan menjadi penyelamat bukan hanya untuk keluarga nya tapi juga untuk bangsa nya. And you know what? His dream killer is from his family, the one he loved the most. Orang2 yang dia sayang banget. Pertama kakak2 nya, kemudian ayahnya. Dia dibuang di sumur, dan pada akhirnya di jual untuk di jadikan budak. Tapi Yusuf ga pernah berhenti bermimpi, walau keadaanya ga seperti yang ada di dalam mimpi dia. Dia bisa aja complain sama Tuhan and bilang “Oh God, this is not what I saw in my dream”. Dia ga pernah memutuskan untuk bermimpi, dan pada akhirnya dia menjadi seseorang yang memiliki pimpinan paling tinggi dari firaun itu sendiri.

Berapa banyak dari kita saat ini yang sudah kehilangan mimpi2 nya? Dan brapa banyak juga dari kita yang uda jadi seorang dream killer bagi orang laen. Di saat orang2 ini menceritakan mimpi2, harapan2 nya sama kita. Dengan mudah kita mematikan mimpi mereka dan bilang “ga usa muluk2 deh!” atau “mimpi aja lo terus, biar gila lama2”. Kita mungkin pernah disakitin oleh dream killer di masa lalu, tapi bukan berarti kita harus meneruskan tongkat estafet ini dan menjadi seorang pembunuh mimpi. Let us take our time to think about this, have we become the dream killer for someone? Have we killed their dream for something that already happened to us in the past? Gw yakin ketika kita punya masa lalu yang pahit, sadar ga sadar kita sudah menjadi pembunuh mimpi yang baru di masa depan yang kita jalanin sekarang.

Memang menyakitkan ketika sebuah mimpi itu di bunuh, gw tau kalo misalnya yang ngebunuh mimpi itu adalah lingkungan sekitar kita, kita masih bisa bertahan. Pertanyaanya sekarang, bagaimana kalo sang dream killer ini adalah orang2 yang kita sayangin and paling berarti buat kita dalam hidup kita? Sebut aja orang tua kita, sahabat kita, pacar kita?

Lucunya, disaat blog ini gw bikin pun mimpi gw lagi sekarat. Dan gw sedang berjuang untuk menjaga mimpi gw supaya ga masuk kedalam “kematian”, karna ketika mimpi ini “mati”, hidup gw pasti kayak zombie hidup yang ga tau mau kemana. Saat ini gw cuma berharap, semoga gw ga jadi seorang dream killer buat orang lain. Biar kutukan dream killer itu berakhir disini, and yang jadi korban dari lingkaran setan ini adalah gw.

Akhir kata gw cuma bisa bilang ini sama kalian and diri gw sendiri “Jangan pernah berhenti untuk bermimpi teman, karna mimpi itu lah yang membuat kita bisa hidup sampai saat ini, mimpi itu lah yang membantu kita menentukan kemana kita mau melangkah. Berhentilah menjadi seorang pembunuh mimpi bagi orang lain oleh karna mimpi kita sudah lebih dulu mati, bukan berarti kita punya hak untuk membunuh mimpi mereka. Sebenernya mimpi itu tidak pernah mati, hanya saja kita lah yang takut untuk kembali bermimpi, mungkin pengalaman masa lalu yang pahit membuat kita tidak bisa bermimpi, atau mungkin seseorang telah “membunuh” mimpi kita dengan segala kekecewaan yang pernah dia alamin di masa lalunya dan membuat kita seolah2 jadi bagian dari kekecewaanya itu dan akhirnya “membunuh” mimpi kita sendiri. Karna setiap orang berhak untuk miliki mimpi, sekarang keputusannya maukah kita jadi orang yang ada di dekat mereka ketika mimpi itu terwujud atau kita mau “membunuh” mimpi nya dan menjadikan dia seorang pembunuh mimpi.

Life is a climb, but the view is great..:)




(This story inspired by Joseph the king of dreams and the movie entitled Tooth Fairy)

Wednesday, January 13, 2010

Prayer = 50% God + 50% me

Prayer = 50% God + 50% me

Sering kali manusia komplain sama Tuhan karna doa nya ga di jawab.. adakala nya lagi, orang jadi males untuk berdoa karna di pikir uda ga guna lagi doa, abis uda bertahun2 doa tapi ga di jawab… dulu ada yang pernah bilang ke gw kalo tuhan itu selalu menjawab doa umatnya dengan 3 cara: Iya, artinya doa lo di jawab – ngga, artinya saat ini lo belum butuh itu, and tunggu sebentar artinya Dia mo lihat lo serius ga minta nya, apa cuma maen2 (intinya di tuntut ketekunan lo untuk mendoakan hal itu terus menerus). Kalo di pikir2 smua itu emang bener, smua doa di jawab tergantung dengan kebutuhan kita. Tuhan selalu ngasih yang kita butuhin and bukan yang kita inginin, kenapa gw bilang begitu? Karna keinginan kita adakala nya bukan lah sesuatu yang kita butuhkan. Sebenernya ga ada masalah dengan itu smua, pernah ga kita mikir kalo selama ini Tuhan ngejawab smua doa kita yang isinya adalah keinginan2 kita, kita ga akan pernah berdoa untuk sesuatu yang kita butuhkan. Kita ingin punya uang buat beli let say handphone baru, tapi kita butuh nasi buat makan. Kira2 doa mana yang bakal di jawab? Gw yakin 80% manusia ga peka dengan apa yang dia butuhin, yang mereka tau cuma apa yang mereka inginkan. Skali lagi gw bilang situasi ini adalah bagian dari pendewasaan rohani masing2 orang..:)

Now back to topic, kenapa sih gw milih judul Prayer = 50% God + 50% me? Let say again, kita lagi dalam keadaan nganggur and pengen kerja. Trus kita doa “Tuhan, saya pengen banget kerja… tau kan klo saya ga kerja ga ada uang buat makan…”, kita terus2an berdoa kayak gitu 5tahun tapi ga di jawab2… kita mulai bt, trus tiba2 Tuhan cuma ngejawab gini “nak, kamu doa minta kerja, tapi dari pertama kali kamu berdoa, kamu lupa untuk menuliskan CV dan mencari2 lamaran di tempat kerja, bagaimana Saya bisa kasih kamu pekerjaan”..ini maksud dari judul blog gw, nangkep kan?

Seringkali manusia cuma focus ke doa, doa and doa, tanpa mereka sadari kalo jawaban dari doa itu bukan hanya tanggung jawab Tuhan, kita juga punya andil 50% untuk menentukan apaah doa itu dijawab apa ngga. Gw jadi inget lagi sama satu film kartun yang yang bercerita hampir sama dengan apa yang gw tulis disini, cuma bedanya dia memohon sama bintang supaya mimpinya di kabulkan – dengan bijak ayah si anak bilang begini “bintang itu hanya bias mengabulkan setengah dari apa yang kamu harapkan, sisanya harus kamu yang mengusahakannya”.

Jangan selalu menunggu untuk Tuhan menjawab doa kita, kenapa sih abis kita doa berhari-hari, berminggu-minggu or berbulan-bulan tapi ga di jawab2. Mungkin kita juga harus sadar, kita sendiri mengusahakan ga agar apa yang kita minta itu bisa bener2 terjadi dalam hidup kita.

Itu sebabnya Doa itu di ajarkan ke kita bukan doa yang seperti ini “Tuhan, gw mau punya uang.. bsk yah Tuhan uang nya saya tunggu, amin” tapi doa yang selalu diajarkan ke kita adalah “Tuhan, saya punya usaha jualan buah.. kiranya Tuhan kirimkan pembeli agar buah2 ini laku dan saya bias punya uang untuk memenuhi kebutuhan saya sehari2 ”. Bener ga? Hehheheeh…

Intinya, doa itu akan terjawab dengan sempurna ketika ga hanya pas doa itu sudah di ucapin and di denger Tuhan, tapi juga atas usaha dan kegigihan kita untuk mewujudkannya.. karna Doa itu adalah wujud kerjasama antara Tuhan dan kita.. and that’s why I called it prayer = 50% God + 50% me. . ^^



(this blog is inspired from the movie called The princess and the frog – Walt Disney, and from a song entitled Two is better than one by Boys like girl)




1 Thess. 5:16-18 16 Be joyful always; 17 pray continually; 18 give thanks in all circumstances, for this is God’s will for you in Christ Jesus

Monday, January 4, 2010

pursuit of happyness

Pursuit of happyness

Gw yakin pas ada yang baca judul blog gw ini, ucapan yg keluar pertama adalah “Coy, grammar lo ngaco!”, mungkin aja lo bilang “mo ngebahas film nya will smith yah?uda nonton gw…” bener ga? Hehehe..ga usa ngomongin grammar lah, stidaknya gw lulusan Sastra Inggris tau grammar.. walaupun kadang klo nulis grammar gw juga brantakan, but look at the bright sight.. orang bule aja ga pernah komplain baca tulisan gw yang grammar nya acak kadul, karna mereka juga sama ma gw.. hahahaha…


Enough with the grammar thing, gw ga mau ngomongin grammar disini. Gw lagi mencoba memaknai kata2 happiness itu. Smua orang di dunia ini gw yakin ga ada yang ga mau hidupnya bahagia. Coba angkat tangan klo ada yang mau hidupnya sengsara, klo ampe ada yang ngacung gw rela deh ngapus ni tulisan.

Kebahagiaa adalah sesuatu yang paling di cari2 sama orang2 di dunia, entah itu lewat sebuah hobby, pekerjaan, persahabatan, bahkan pernikahan. Tanya kan pada semua orang kenapa mereka suka sama hobby tertentu? Pasti mereka bakal ngejawab “gw bahagia ngelakuin ini” or at least mereka bilang “gw enjoy aja”. Itu artinya mereka bahagia dengan apa yang mereka lakukan.

Itu kalo di Tanya soal hobby, coba topiknya kita ganti jadi pernikahan atau sebuah hubungan..sebutlah namanya pacaran… tanyain deh sama orang2 yang memutuskan untuk pacaran, pati mereka bakal ngejawab “gw bahagia klo bias sama dia” or “gw ngerasa hidup gw lebih sempurna kalo merit sama dia”. Yakin tuh ma jawaban lo?

Gimana klo gw lemparin satu pertanyaan yang berhubungan dengan pacaran/pernikahan itu, misalnya “kenapa klo lo ngerasa bahagia jadian ma dia/merit sama dia, tapi tahun2 berikutnya lo putus/cerai sama dia?”. Pasti bakalan banyak yang ngejawab “gw ga ngerasa cocok lagi sama dia”, “kita emang ga seharusnya bersama”, “itu semua ternyata cuma perasaan sesaat aja”, “ternyata gw lebih bahagia klo sendiri” or masih banyak alasan laennya yang kalian jadiin kambing hitam buat membenarkan semua alasan kalian untuk pisah/putus sama orang yang katanya pernah kalian sayang dulu dengan dalih “mencari kebahagiaan”

Kalo ngomongin soal kebahagiaan emang susah, entah dari mana asal mulanya seolah2 pikiran kita uda di atur bahwa yang namanya kebahagiaan itu adalah ketika kita menginginkan sesuatu trus kita ngedapetin apa yang kita pengen itu sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Atau setidaknya kondisi itulah yang membuat kita bisa jadi bahagia. Kalo itu yang ada dalam pikiran kalian, gw dengan keras ingin membantahnya!

Kalo kebahagian di ukur kayak begini, gw yakin ga bakal ada banyak orang yang hidup di bumi ini sampai tua..makin rame aja tuh mall2 di Jakarta sama orang2 yang hobby bungee jumping and berakhir di berita pagi, Koran, and kalo lo seorang selebritis pasti masuk infotainment gosip..iya… lo yang lagi baca ni blog and gw si penulis blog..—“

Uda brapa kali gw nyaris stress gara2 berusaha untuk membuat sebuah standart kebahagiaan hidup, and untungnya tiap kali tu standart ga kesampaian gw ga memutuskan untuk punya hobby baru yang belakangan ni lagi ngetred di Indonesia which is “Bungee Jumping”..hell no I’m gonna ended up my story in a tube, bet it look worse there..

Pas gw lagi ngadepin situasi kayak gini, ada seseorang yang ngomong gini ke gw “kenapa lo ga enjoy sama hidup lo?”, “apa lo ga bahagia dengan apa yang uda lo punya?”. Dalam hati sih gw cuma bias bilang “yeah, try to walk on my shoes. . I bet you’ll ended up in bungee jumping”. Tapi tiba2 ni orang bilang gini “yang namanya kebahagiaan itu ga akan pernah bias lo dapetin!”, brasa kayak di tampar sih pas dengernya.. artinya sia2 aja orang hidup kalo kebahagiaan itu ga ada.. tapi ga lama lagi dia bilang gini “kebahagian emang ga akan pernah ada, karna kita lah yang menciptakan kebahagiaan itu. Sebenernya kebahagiaan itu uda ada di dalam diri kita, tinggal kita yang menentukan apakah kebahagiaan itu mo kita keluarin apa ga. Sering kali kita menuntut kebahagiaan yang dari luar diri kita untuk masuk ke dalam, tapi kita ga pernah buat kebahagian yang sebenernya ada di dalam diri kita untuk keluar dan mempengaruhi hidup kita. Kita sering terjebak dengan “kebahagiaan” palsu yang ada di luar dan mengijinkan “kebahagiaan” ini mempengaruhi dan mengubah hidup kita jadi lebih sengsara!”. Emang bener slogan dari salah satu produsen rokok di Indonesia yang bilang “enjoy aja”, karna pada dasarnya kebahagiaan itu uda ada di dalem diri masing2 orang…

Gw mikir2 bener juga ni orang, ambil contoh sederhana aja klo kita lagi pacaran or udah nikah (jangan tanya kenapa gw demen banget ma ni topik, hahahaha). Kita ngerasa bahagia banget pas keadaan di luar memberikan kita apa yang kita mau, tapi pas keadaan itu berubah seolah2 kebahagiaan itu uda ga ada. . yang tersisah cuma penyesalan. . sh*t, kenapa sih selalu nyari alasan buat di jadiin kambing hitam atas kegagalan yang kita bikin? (kambing hitam lho yah, bukan kambing jantan… nti di kirain gw saingan sama raditya dhika lagi, hehehe….)

Kita sendiri yang harus nentuin kebahagiaan itu sendiri, rubah cara kita berfikir bahwa kebahagiaan itu ada kalo semua berjalan sesuai dengan apa yang kita mau. Gw tau, pasti lo pada mikir gini “lah, tadi kan lo ndiri yang bilang kebahagiaan itu kita yang nentuin”. Emang kita yang nentuin, tapi sadar ga kalo kebahagiaan model begini adalah kebohongan yang udah di set di dalem kepala kita. Balik lagi ke awal cerita ini, dari awal kita lahir, otak kita uda di set bahwa kebahagiaan itu adalah sesuatu yang berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. ITU BUKAN KEBAHAGIAAN!

Kebahagiaan adalah ketika kita masih bias tertawa disaat kesusahan melanda, kebahagiaan adalah tawa di balik tangisan. Inilah yang disebut kebahagiaan ada dalam diri kita, tinggal kita yang nemuin cara agar kebahagiaan itu mempengaruhi kehidupan luar bukan kehidupan luar yang mempengaruhi hidup kita. Happiness model begini yang di dapet sama chris gardner dalam film pursuit of happyness, setiap manusia punya kapasitas untuk mengeluarkan kebahagiaan yang ada dalam diri dia untuk mempengaruhi keadaan sekitarnya. Yang jadi masalah adalah mau ga manusia tersebut mempengaruhi keadaan yang tidak bahagia di luar menjadi bahagia oleh karna kebahagiaan yang ada di dalam dirinya..?

Gw sadar itu susah banget, tapi setidak nya gw mau belajar untuk semua itu bisa terwujud. Setidaknya gw ga mau jadi populer dengan punya hobby baru “bungee jumping”, mending gw di kenal orang karna tulisan gw yang rada2 miring or nyeleneh.

keputusan nya sekarang ada di tangan lo… Remember, happiness is a way of travel not a destination. .

know me more

Know me more

Mungkin saat kalian ngeliat judul artikel ini, kalian akan mikir “buat apa sih?” or “untungnya buat gw apa?” or mungkin “okay, kayak nya gw dah kenal deh sama lo”. No… no..no.. not like that, bukan itu yang ingin gw sampein disini.

Pernah ga pas kita dikenalin sama seseorang, terkadang kita langsung mencap orang itu begini or bgitu Cuma karna first impression mereka ga berhasil memukau kita untuk memberikan mereka predikat “orangbaik”? ga usa disangkalin, gw yakin banyak orang yang seperti ini.

Okay, sebelum ni tulisan gw tulis lebih panjang lagi. Gw mo ngasih sebuah cerita simple yang gw harap sih kalian ngertimaksudnya.

Satu ketika, ada seorang pemudi yang lagi jalan2 didaerah perkebunan apel.Sepajang jalan si pemudi ngeliat bahwa kebun2 apel itu lagi pada berbuah, ga kepikiran sih buat dia untuk ngambil salah satu apel itu.Tapi semakin lama berjalan didepan kebun itu, sipemudi ini tergoda untuk mencicipi buah apel tu. Karna dibatasin sama pager, akhirnya si pemudi memutuskan untuk mencicipi apel yang keluardari pager itu. Setelah berjalan2 cukup lama, akhirnya dia ngeliat ada pohon yang dahannya menjuntai keluar kebun dengan sebuah apel tergantung didahannya.Ga pake pikir panjang lagi langsung diambil tu apel.

Ternyata pas diambil, rasa apel itu bener2 ga sesuai dengan apa yang ada dibenak si pemudi. Bukan nya apel yang manis yang diadapetin, tapi Cuma sebuah apel hijau yang rasa nyabisa bikin mulut jadi pahit setengah mati. Kecewa setengah mati, pemudi ini langsung pergi meninggalkan kebun apel tersebut sambil berkata dalam hati “ternyata buah apel dari kebun ini sangat mengecewakan dan ga sesuai dengan apa yang ada dipikiran gw”, pemudi ini ga pernah berusaha untuk masuk ke dalam kebun itu walau pun didepan pager itu jelas2 ada tulisan “silahkan masuk dan nikmati, its free..”

Kadang kala disaat kita kenal dengan seseorang, kita hanya sibuk dengan first impression orang itu ke kita, kita ga pernah mo ngasih kesempatan untuk masuk dalam kehidupan mereka dan mengenal mereka lebih dekat lagi.

Sama kayak pemudi yang ada dicerita tadi, ketika dia mencicipi apel yang ga enak dia ga mau berusaha untuk masuk ke dalam mungkin sedikit lebih dalam ke dalam kebun itu dia akan menemukan sebuah apel yang lebih enak lagi dari apel yang ada didepan. Sesuatu yang baik itu tidak datang dengan sendirinya, kita hanya perlumasuk sedikit lebih dalam untuk menemukan bahwa yang terbaik itu selalu tersembunyi dan menunggu untuk ditemukan oleh kita.

Mungkin saat ini kita sedang dipertemukan dengan seseorang yang kita anggap apel yang ga baik, tapi pernahkah kitaberusaha untuk mencoba mengenali mereka lebih dalam lagi. Gw yakin banget setiap orang didunia pasti mengenakan topeng kepribadian yang membuat mereka seolah2 enggan untuk dikenali oleh orang lain.

Mungkin topeng2 ini yang membuat mereka berasa nyaman atau mereka sedang menyembunyikan kesedihannya dibalik topengitu, kita ga pernah tau klo kita ga berusaha untuk mencaritahu apa yang ada dibalik topeng itu. Mungkin aja ketika topeng itu terbuka, kita bisa melihat pribadi yang berbeda dari yang kita kenal selama ini? Kita ga akan pernah tau klo kita ga mau berusaha. Kenali lebih jauh orang yang menyanyangi anda, dan anda akan menemukan seseorang dengan kepribadian yang sangat berbeda dengan yang anda lihat selama ini..J

Tuesday, December 15, 2009

Stupid, really?

“Never underestimate the power of stupid people in large groups”


Pas ngeliat kata2 diatas, gw sadar bener klo kata2 ini ada benernya. Emang sih kebanyakan dari kita pasti akan menganggap remeh yang namanya “stupid people” dalam sebuah group besar, ntah itu di perkumpulan osis, kampus, atau bahkan di kantor sekali pun.

Tapi satu hal yang kita lupa, bahwa “stupid people aren’t stupid, they are smart in our stupidity..” maksudnya apa? Gw kasih gambaran yang gampang aja deh… gw punya temen yang kliatannya tolol banget di kampus, ipk kadang 2.5 kadang 2.7 pernah pas lagi apes dapet 1.9… untuk ukuran universitas kayak univ dmn gw kuliah, ni orang masuk kategori tolol bin bego. Tapi lucunya. Dia dapet beasiswa dari univ tempat dia kuliah. Hahahaha… lucu kan?

Dalam setiap kegiatan lomba di kampus pun, ni orang ga pernah di lirik sama si kajur tempat jurusan dia menempuh ilmu.. alasannya cuma satu, he’s stupid!

Jujur aja, di jurusan tempat gw menempuh ilmu persaingan itu ketat. And jujur aja kajur/sekjur kita dulu bisa dibilang ga punya waktu buat ngeladenin these kind of stupid people, ga ada untungnya..

Satu kali gw dapet kesempatan buat baca karya2 tulisan dari si stupid people ini (kebetulan kita satu jurusan, sastra inggris) , and guess what? Emang Bahasa inggrisnya kadang ancur bgt, tapi yang biking gw kagum adalan cara dia menulis. Simple, and enak untuk di baca. Gw juga pernah kirim tulisan dia ke temen2 gw yang di luar negri (fyi: temen2 gw bule2 smua), and guess what again? Mereka suka sama gaya tulisan dia, mungkin karna disana ga mentingin grammar kali yah.. hahahaa… back to topic, ga sampe situ aja sih – gantian gw ambil tulisan dari temen2 gw yang dianggap “smart people“ sama jurusan. Gw kirim tulisan2 mreka ke temen2 gw, and comment yang mreka kasih biking w shock.. kenapa ngga? Soalnya mereka bilang tulisannya membosankan.. LOL

Lucunya lagi, tulisan2 temen gw ini ga pernah di kepikiran untuk di ikutin ke event2 karya tulis tingkat akademik… ya iya lah yah, “stupid people” gitu lho.. jangankan di ikut sertain ke event2 model bgitu, sukur2 kalo jurusan inget ma ni orang..

Cuma satu hal yang biking gw salut, ternyata dosen temen gw ini ada yang sadar banget kalo tulisan muridnya ada yang bagus and dia yang masukin ke event itu. Ternyata tulisannya lolos buat ikutan di presentasiin di sebuat event yang cukup ga masuk akal untuk “stupid people”.. malah temen2 dia yang masuk kategori smart ga ada yang ikutan, lucu? Pastinya…

Ternyata ini yang di maksud “they are smart in our stupidity”, ternyata kebodohan kita adalah kepintaran mereka. Emang dunia ga adil, people judge someone from their appearance.

Sekedar info aja, temen gw yg so called stupid ini dah bikin 3 universitas luar negri kagum sama tulisan2 dia. Emang simple sih apa yang dia tulis, tapi ternyata itu bisa bikin universitas laen suka sama tulisan dia.. apa jadinya kalo univ nya dia ndiri tau, malu kali yah… di univ ndiri ga di anggep, tapi di univ luar dianggep… gw cuma bisa tertawa geli..

Apalagi waktu gw denger ada yang ngomong “semester pendek itu tempat orang2 bodoh”. Sumpah pengen ngakak gw dengernya, kenapa ngga? Coba deh di liat lebih jauh lagi, kenapa orang2 ini ikutan semester pendek? Emang sih gw ga menyangkali kalo ada juga orang bodoh beneran yang terlibat di dalem SP, tapi kita ga bisa pukul rata kalo smua orang yang ikutan semester pendek itu orang2 bodoh. Pernah kepikiran ga klo sebenernya mereka terlalu sibuk mengerjakan sesuatu pas semester regular lagi berjalan sehingga ga punya waktu buat belajar akhirnya bikin nilai mereka jeblok and untuk menebus itu semua dia harus ngambil semester pendek?

Yang jurusan tau sih, ni orang bego yang ikutan SP… oiya, gw lupa… semester pendek atau SP itu di kampus tempat gw kuliah bukan buat orang2 pinter yang mo ngejar sks, tapi buat “stupid people” yang mo memperbaikin nilai…

ga cuma itu aja sih, sebenernya ada banyak lagi cerita laennya. Tapi ga bakal gw tulis disini, kalo gw tulis juga sih namanya bukan blogging tapi bikin novel. Ga mau gw saingan ma raditia dhika, kalo terkenal kan repot… hehhhehehe…

Intinya sih, harusnya semua orang bisa buka mata lebar2 and melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. STOP meremehkan orang lainyang selama ini kita pandang rendah, karna sesungguhnya ketika lo meremehkan mereka sama aja dengan membuat diri lo semakin terlihat lebih tolol dan konyol dibanding mereka.

Akhirnya bisa bikin tulisan yang rada2 kontroversial lagi, setelah sekian lama..^^



(tulisan ini terinspirasi dari sebuah blog, si penulis kebetulan mampir buat ngeliat tulisan gw – kalo kalian suka ma tulisan ini, silahkan maen2 langsung ke http://felixkurniawan.com/blog/)

Tuesday, December 8, 2009

God loves you the way He love me. .

God loves you the way He love me. .


Wherever you live, go out in the evening-time as the light begins to fade, before night falls. Look at the setting Sun and the rising Moon. See the beauty of their colors. Wait for the stars to come out. Know that the whole of Creation is the sign of God's presence among us. The Sun that gives hope in the light of day, the Moon that gives hope in the dark of night and all the stars ways are but the pathways of the angels and the saints, a mighty host in number, praying for you.


You live by a lake? Listen to the tiny waves lapping on the shore. You are listening to the gentle touch of God, Who envelops your soul with His mercy.

You live by the sea? Listen to the ocean breakers crashing on the shore. You are listening to the strength of God, Whose laws govern the whole universe.

The Spirit is on the waters. By the Will of the Almighty, know that the waves have broken on these shores for thousands of years before you. And if God grants it, long after you have left this world, the waves will still be breaking on the countless grains of sand and listened to by generations unborn.

It is raining? Each raindrop contains within itself a rainbow. It is snowing? Each snowdrop is a miracle which cannot be imitated. Rain or snow, know that God is purifying His world.

You live in a great city? Go out into the avenues lined with trees, the squares, the parks and the gardens. Listen to the rustling whisper of the leaves in the breeze. The breeze is the breath of God, giving life. The leaves speak of the wisdom of the Creator. Look at the blades of grass, almost infinite in number, but never as many as God's mercies. Look at the faces of the flowers, each grown by miracle from a tiny seed, all different, as the faces of humanity looking up to God. However clever man may grow, however many his workshops and laboratories, he will never be able to create a single leaf, or a single blade of grass, or a single blossom.

The forests and the fields, the mountains and the streams, the hills and the lakes, the oceans and the seas, the whole of Creation is but a mirror of the power and beauty of God.

In the fresh
ness of the spring green, in the stillness of the summer heat, in the suddenness of the autumn gale, in the coldness of the winter ice, know that God is here, with you.

You are lonely? Why? You are never alone, for wherever you go, the hosts of the Creator go with you.

You are depressed? Why? Whatever man made pain now afflicts you, your soul will soon go beyond time and space into the warmth of God made Love.

Chase away your sorrow! God is with you, in all the beauty that He has made for you.
(taken from: inspiration-inbox.com)